Sajak Orang Percaya (Raungan Religius)


Sajak Orang Percaya

Bukanlah kumaksudkan untuk mendeskriminasi mereka-mereka yang tak percaya, yang tak ingin memilih untuk memegang tali kekang kehidupan liar. Tak ada maksud begitu. Sedikitpun.

Aku hanya bosan ketika ada saja ocehan orang-orang yang mengibarkan bendera toleransi tapi kami seakan disudutkan, dianggap mafia politik yang dikata mendistorsi isi kitab kami demi keuntungan sendiri. Aku atas nama sesuatu yang kami pegang, melawan mereka-mereka yang seakan berlepas dari doktrin namun kulihat mereka juga mendoktrin orang-orang habis-habisan, sampai putus urat leher lebih-lebih tangan. Jangan salah sangka. Aku hanya tak suka mereka-mereka, bukan kau atau dirimu, orangtuamu, kerabatmu, sahabatmu, atau mungkin nenek kakek sepuhmu.

Jangan pula kau anggap aku produk terbaik dari apa yang kami percaya. Aku bukan ulama, pendeta, lebih-lebih santo atau rasul-Nya. Aku bukan juga titisan dewata dari nirvana-nirvana, atau buddha-buddha yang lahir pada moksa-moksa atau manusa-manusa yang baru berlepas dari siklus reinkarnasi dan dunia fana.

Aku hanya manusia biasa. Sama seperti mereka. Sama seperti kau, mungkin saja.

Malam di Kamar Asrama
Cibanteng, 4 Agustus 2015

0 komentar:

Posting Komentar

 
Distributed by: best blogger template of 2011free blog template 01 - photo folio | best vpn windows 8 best vpn hide ip